PQM Consultants | PQM Consultants | PQM Asks : Memimpin dengan pertanyaan (Versi Bahasa Indonesia)

Blog

PQM Asks : Memimpin dengan pertanyaan (Versi Bahasa Indonesia)

  |   Leadership   |   No comment

Memimpin adalah mempengaruhi orang lain. Bagaimana cara memimpin yang baik dengan menggunakan pertanyaan? Dalam kesempatan ini, konsultan dari PQM, Marc Irawan melakukan wawancara singkat dengan Professor Michael J. Marquardt mengenai konsep memimpin dengan pertanyaan (Leading with Question). Video lengkapnya dapat dilihat di sini.

 

Apa pentingnya mengajukan pertanyaan dan mengapa saat ini itu merupakan hal yang penting?

Keterampilan yang paling penting dalam hidup masing-masing individu sebagai seorang pemimpin adalah kemampuan bertanya yang bagus. Semakin bagus pertanyaan tersebut maka semakin seseorang dapat memimpin organisasinya untuk sukses. Dewasa ini, perubahan terjadi begitu cepat, kompetisi terus tumbuh dan pelanggan menuntut lebih. Sehingga setiap oraganisasi dan perusahaan harus membangun budaya untuk bertanya. Karena, semakin baik pertanyaan yang diajukan, akan mendorong organisasi untuk semakin inovatif, menjadi sarana pembelajaran dan meraih sukses. Sehingga, semakin baik pertanyaan yang diajukan akan membuat semakin sukses dan bahagia.

 

Budaya ini merupakan suatu terobosan baru di banyak perusahaan. Bagaimana untuk dapat menerapkannya dengan baik dalam organisasi?

Banyak kebudayaan asia dan juga kebudayaan amerika yang cenderung untuk mematahkan dorongan untuk bertanya dalam organisasi. Para pemimpin diharapkan untuk memiliki jawaban. Jika seorang karyawan bertanya, maka dia digolongkan sebagai karyawan yang tidak bahagia. Dan jika seorang pemimpin bertanya, hal tersebut merupakan suatu perwujudan dari kepemimpinan yang tidak baik. Dalam sepuluh tahun terakhir, kami menyadari bahwa budaya tersebut harus diubah. Kita harus mendorong seseorang untuk bertanya. Dengan bertanya lebih banyak, maka itulah cara untuk kita bisa melihat adanya peluang perubahan. Seorang pemimpin harus dapat menunjukkan kehebatan dari pertanyaan. Untuk mendorong orang lain bertanya.

Sebagian besar orang takut untuk bertanya, kecuali jika atasan mereka meminta untuk bertanya. Akan tetapi anda dapat mengajukan pertanyaan dan akan memiliki pemimpin yang baik. Kita bersama dapat membuat organisasi kita sukses. Hal ini dapat dimulai dari setiap individu. Dapat dimulai dari setiap organisasi, departemen dan juga divisi. Untuk memulainya, kita dapat menanyakan lebih dulu apakah boleh untuk bertanya. Memang hal tersebut dapat dimulai dari siapapun, tetapi pemimpin mendorong untuk dimulainya hal tersebut.

 

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk membuat itu sebagai sebuah kebiasaan?

Di beberapa organisasi, mungkin sudah terlambat bagi mereka untuk menerapkan budaya bertanya. Oleh karena lingkungannya telah berubah sehingga organisasi tidak memiliki banyak pilihan. Jika sebuah organisasi ingin menjadi inovatif, mereka harus mulai bertanya. Terkadang, lingkungan akan mendorong seorang pemimpin yang tidak suka mengajukan pertanyaan untuk memulai bertanya. Sebabnya, pertanyaan adalah cara untuk memahami lingkungan mereka, membuat produk dan jasa yang semakin inovatif. Sehingga, seberapa cepat sebuah organisasi berubah, bergantung pada elemen-elemen yang menyebabkan perubahan. Saya rasa, jika lingkungan memaksa organisasi untuk menjadi lebih inovatif dan hemat biaya, hal itu akan mendorong dengan cepat organisasinya untuk menjadi organisasi dengan budaya untuk belajar bertanya.

Seorang pemimpin, sebenarnya telah menyadari bahwa lingkungan yang dia pimpin memerlukan pertanyaan. Menurut saya, sebagian besar manusia adalah penanya yang alami. Ketika kita meninggalkan organisasi dan bertemu dengan teman-teman kita, kita biasanya bertanya. Sehingga kita menikmati pertanyaan dan kita tahu bahwa pertanyaan dapat membangun hubungan yang baik. Akan tetapi ketika kita masuk kedalam organisasi, kita berhenti untuk mengajukan pertanyaan. Jika lingkungan internal dari seorang pemimpin mendorong budaya bertanya dan lingkungan eksternal kita terbiasa untuk bertanya, maka hal itu dapat membantu perubahan dengan cepat. Dalam beberapa minggu atau bulan perubahan budaya untuk bertanya dapat dilakukan. Dapat dilakukan dengan mulai menghargai orang yang bertanya. Mereka akan mulai menyadari pentingnya pertanyaan yang membangun. Sehingga, langkah tercepat untuk mengubah budaya adalah bahwa sistem apresiasi harus mendorong budaya bertanya.

 

Jadi, apakah saran anda untuk perusahaan yang anda rasa sedikit terlambat untuk menerapkan budaya bertanya?

Saya rasa, jika mereka bisa memulainya dengan membaca kondisi lingkungan dan menyadari untuk berubah menjadi lingkungan dengan budaya bertanya secepat yang mereka bisa. Kita harus menjadi sebuah organisasi pembelajaran. Kita harus menjadi kreatif. Kita harus membuat produk yang lebih baik, dengan waktu yang lebih pendek dan kualitas yang lebih baik. Saya percaya bahwa pertanyaan sangan berpengaruh dan dapat menimbulkan semangat pada diri mereka. Saya pikir, orang-orang suka untuk mengajukan pertanyaan. Apa yang kita butuhkan adalah untuk mendorongnya. Memimpin dengan cerdas dan dengan rasa peduli untuk mendorong budaya bertanya. Pengakuan dan penghargaan bagi pertanyaan juga dibutuhkan. Anda semua adalah penanya yang baik. Apa yang anda perlukan adalah untuk menjadi lebih kreatif, dan dengan hal tersebut organisasi akan mengapresiasi anda karena pertanyaan anda sangat berharga bagi organisasi. Tidak ada yang lebih berarti dari pertanyaan yang baik.

 

Bagaimana kita dapat merubah kebiasaan bertanya yang kurang membangun motivasi?

Saya pikir kita perlu untuk merubah kebiasaan bertanya dengan pertanyaan yang menjatuhkan yang dapat membuat orang lain merasa bersalah. Sebagian besar dari kita tidak menyadari bahwa kita menanyakan pertanyaan yang menjatuhkan atau kurang membangun. Itu terjadi karena kita terbiasa mendengar pertanyaan seperti itu dari orang tua kita, dari guru kita dan lainnya. Pertanyaan menjatuhkan yang sering muncul adalah, mengapa kamu tidak melakukan ini, mengapa kamu begitu buruk, dan sebagainya. Kita tidak sadar dengan pertanyaan yang kita ajukan dan dampak dari pertanyaan kita. Jadi, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah kita harus menyadari fakta ketika sedang mengajukan pertanyaan yang menjatuhkan, yang menyebabkan ketakutan dan hilang kepercayaan diri.

Apa yang harus dilakukan adalah proses sederhana untuk mengubah pertanyaan kurang membangun tersebut menjadi pertanyaan positif yang membangun. Daripada bertanya mengapa hal yang anda lakukan tidak bagus, lebih baik bertanya dengan hal apa yang dapat kita lakukan untuk menjadi lebih baik? Apa langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk kita dapat mencapai tujuan? Sehingga, pola pikir tersebut dapat diterapkan dengan aksi sederhana. Yang perlu diingat adalah, daripada mengajukan pertanyaan yang dapat membuat orang lain menjadi minder, lebih baik bertanya pertanyaan yang postif yang mampu membangun motivasi mereka.

 

Terkadang kita tidak menyadari bahwa pertanyaan yang kita ajukan kurang membangun. Bagaimana caranya untuk menyadari hal tersebut?

Seperti yang telah saya sebutkan dalam seminar hari ini, jika anda ingin mengubah gaya kepemimpinan anda dan menjadi lebih berpengaruh dan bermanfaat di dalam organisasi yang anda pimpin, anda harus mengajukan pertanyaan yang lebih baik. Langkah pertama dalam setiap perubahan adalah untuk mencari pertanyaan yang diajukan. Lihat pertanyaan anda, refleksikan dengan data yang ada, anda juga boleh bertanya kepada orang-orang di sekitar anda sehingga anda sadar dengan fakta yang ada. Lalu dengan sadar, anda akan mengatakan hal tersebut dalam situasi itu. Anda akan bertanya dengan pertanyaan yang lebih positi dan membangun untuk mendapatkan perbaikan yang lebih baik daripada hanya menghakimi hal negatif.

 

Anda menyebutkan bahwa pertanyaan lebih berpengaruh daripada pernyataan. Apakah ada suatu teknik yang dapa kita pelajari untuk kita dapat mengubah cara kita menyatakan menjadi menanyakan?

Saya pikir semua budaya di perusahaan maupun di dalam negeri cenderung untuk mendorong pernyataan daripada pertanyaan. Banyak orang telah dipromosikan dalam hidupnya oleh karena dia membuat pernyataan yang lebih baik, karena mereka memiliki jawaban. Kita terdorong untuk membuat pernyataan. Ketika kita bertanya, anggapannya adalah menghakimi, menyalahkan atau menunjukkan superioritas. Menurut Peter Drucker, seorang ahli manajemen pada masanya, pemimpin di masa lalu memimpin dengan pernyataan, dengan pengetahuan dan kekuasaan yang dia punya. Akan tetapi itu di masa lalu. Pemimpin di abad ke 21 adalah pemimpin yang dapat mengajukan pertanyaan. Pemimpin dengan pernyatan tidak akan berpengaruh lagi saat ini. Di abad ke-21 semua pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang memimpin dengan pertanyaan, bukan pernyataan.

 

Pertanyaan terakhir. Menurut anda, apakah pertanyaan paling mengesankan bagi anda. Oleh siapa dan mengapa?

Sebuat pertanyaan yang pernah diajukan kepada saya adalah, mengapa saya tidak menulis buku? Pertanyaan tersebut akhirnya mendorong saya bahkan untuk menulis 25 buku. Saya pun berpindah fokus ke area pengembangan kepemimpinan untuk dapat mempengaruhi banyak orang. Dalam pekerjaan saya di area pembelajaran.

 

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.