PQM Consultants | PQM Consultants | 7 Etika Bertukar Kartu Nama

Blog

7 Etika Bertukar Kartu Nama

  |   Service Excellence   |   No comment

.

.

Oleh: Danar Adityo Putro (Konsultan di PQM Consultants

.

Networking atau menjalin relasi dengan orang-orang tentunya menjadi keseharian bagi beberapa kalangan profesional. Melalui aktivitas inilah bahkan bisa menjadi penentu bagi jalannya roda bisnis perusahaan. Misalkan saja Salesman, tentunya akan mencari customer sebagai “network”-nya. Atau mungkin konsultan yang melakukan networking dengan beberapa perusahaan sebagai kliennya yang akan dijadikan partner untuk menjalin kerjasama.

 

Ada pepatah yang mengatakan If you’re not networking, you’re not working. Ya, ternyata networking menjadi penting dalam membangun relasi dengan berbagai pihak. Dalam networking, membangun impresi saat pertama bertemu ternyata harus diperhatikan agar menimbulkan image positif di mata lawan bicara. Bertukar kartu nama merupakan salah satu kebiasaan lumrah saat pertemuan awal. Namun tahukah Anda, ternyata dalam bertukar kartu nama ada beberapa etika yang perlu Anda perhatikan. Berikut ini adalah 7 etika bertukar kartu nama untuk membangun kesan profesional:

 

  1. Kartu nama dalam kondisi SEMPURNA – Pastikan kartu nama Anda dalam kondisi bersih, tidak ada coretan, tidak terlipat, tidak lusuh dan tercetak jelas. Kartu nama yang baik tentunya memuat semua informasi professional tentang Anda seperti nama lengkap, nama perusahaan, serta alamat dan nomor kontak yang bisa dihubungi.
    .
  2. Kartu nama tersimpan baik – Simpanlah kartu nama Anda pada tempat penyimpanan kartu nama (card holder). Hindari menyimpan pada dompet atau saku celana yang memungkinkan membuat kartu nama Anda menjadi lusuh.
    .
  3. Menggunakan kedua tangan – Serahkan kartu nama Anda menggunakan kedua tangan. Di beberapa negara, tidak menjadi masalah apabila menyerahkan dengan satu tangan. Namun, jika kita menyesuaikan dengan budaya Timur termasuk di Indonesia, menyerahkan dengan kedua tangan menimbulkan kesan sopan dan profesional. Begitupun saat menerima kartu nama, gunakanlah kedua tangan.
    .
  4. Menghadap ke arah lawan bicara – Pastikan profil pada kartu nama yang kita berikan menghadap ke arah lawan bicara. Hal ini memudahkan lawan bicara untuk langsung membaca kartu nama kita tanpa harus membaliknya terlebih dahulu.
    .
  5. Meminta kartu nama lawan bicara – Dalam meminta kartu nama, kita tidak perlu sungkan, justru hal ini akan menambah keakraban dengan lawan bicara kita. Bahkan, jika kita tidak meminta akan menimbulkan kesan tidak peduli. Bukankah sebenarnya kita juga betul-betul membutuhkan kartu nama dia?
    .
  6. Membaca kartu nama lawan bicara – Hindari langsung memasukkan kartu nama yang kita terima ke dalam saku. Anda dapat menjadikan kartu nama lawan bicara sebagai topik pembicaraan atau ice breaking. Misalnya pertanyaan seputar perusahaan ataupun posisi dan kontak yang tertera dalam kartu nama.
    .
  7. Menyimpan di atas meja – Jika Anda melanjutkan dengan pertemuan setelahnya, simpanlah kartu nama di atas meja untuk mempermudah Anda mengingat profil lawan bicara. Hindari memainkan kartu nama lawan bicara seperti di coret-coret, digulung-gulang atau dilipat-lipat.
No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.